Fungsi Blok Beton Untuk Penyimpanan Energi

By Oktober 18, 2019Informasi

Dalam hal energi terbaru penyimpanannya menjadi sebuah pertanyaan penting. Startup Swiss, Energy Vault, memiliki sebuah rencana yang signifikan juga konkret untuk mengatasi masalah yang ada.

Perusahaan yang sudah berusia 2 tahun ini mengedepankan gagasan untuk membangun blok beton besar yang nantinya dapat menyimpan energi baru tersebut.

Tahun ini, perusahaan telah menerima investasi dari Softbank yakni perusahaan induk dari jepang.

ENERGY VAULT

Energy Vault menerima investasu dari softbank sebesar 1,54 Triliun pada Agustus. Investasi ini akan membuat perusahaan swiss bergerak maju dalam pendekatan unik mereka dalam hal menyimpan energi terbaru melalui balok beton.

Ketertakrikan pada energi terbaru ini telah meningkat untuk sementara waktu dan baru-baru ini metode tentang cara menyimpan energi ini sudah meningkat jumlahnya.

Panel Surya dan Turbin tak lagi mengumpulka energi sepanjang waktu. Panel surya hanya dapat mengumpukan energi hanya saat matahari bersinar saja, dan turbin angina hanya beroperasi ketika ada angina yang cukup.

Saat Energy Vault masuk. Panel Surya di negaara yang cerah akan mengumpulkan energi dan mengirimkannya ke fasilitas penyimpanan Energy Vault yakni Blok Beton. Dengan cara ini, akan selalu ada energi yang cukup dan selalu tersedia ketika hari sedang berawan sekalipun. Hal yang sama pun akan terjadi pada Turbin Angin.

Bagaimana Rencana Energy Vault untuk menyimpan energi ?

Fasilitas penyimpanan perusahaan terlihat seperti sebuah derek enam balok yang terbuat dari beton dengan tinggi 120 meter. Setiap blok memiliki berat masing-masing 35 metrik-ton.

Energi matahari atau angina disalurkan ke salah satu blok Menara tersebut, lalu AI menginformasikan balok beton untuk naik.

Setelah itu, balok-balok tersebut “dikembalikan ke tanah dan energi kinetic yang dihasilkan dari balok yang jatuh diubah menjadi tenaga listrik” sesuai dengan deskripsi yang diberikan perusahaan itu sendiri.